Minggu, 19 Februari 2012

Cara Mengatasi Error log in App World Blackberry

Pernahkah Anda mengalami dimana Aplikasi Blackberry App World tidak bisa dibuka di Blackberry? Atau suatu hari saat Anda akan Login ke Blackberry App World, tiba-tiba terjadi error seperti ini “An error has occurred. Please try again later” sehingga akhirnya Anda tidak bisa Login dan mendownload aplikasi di App World. Untuk mengatasi masalah error App World di Blackberry, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

Error seperti ini bisa disebabkan karena masalah Sinkronisasi Time di Blackberry, coba cek pengaturan Waktu atau Time di Blackberry Anda. Jika Anda menggunakan Blackberry Curve 3G, Onyx 2 atau Blackberry Torch dengan OS6 masuk ke Option – Display – Date and Time pada Update Date pastikan Automatic dan pada Time Zone sesuaikan dengan waktu di mana saat ini Anda berada, misal jika Anda berada di Bandung, maka pilih Bangkok (+7). Bila Anda pengguna Blackberry Gemini, Javelin atau Blackberry Curve dan Pearl lainnya dengan OS5 masuk ke Option – Date/Time aturlah Time Zone sesuai dengan posisi Anda, Date/Time Source pilih Blackberry. Setelah Anda mengatur waktu, coba untuk Login kembali ke App World.

Jika cara pertama tidak berhasil, cara kedua coba Send Ulang Service Book atau lakukan Host Routing Table. Untuk OS5 masuk Option-Advanced Option-Host Routing Table - tekan tombol menu Blackberry lalu Register Now. Sedangkan OS6 dari Homescreen klik menu Option-Device-Advanced System Setting-Host Routing Table lalu klik tombol menu Blackberry dan klik Register Now.

Masalah kedua adalah Aplikasi Blackberry App World tidak bisa dibuka di Blackberry. Untuk mengatasi masalah ini caranya cukup mudah yakni Anda tinggal mereinstall App World. Delete dulu aplikasi App World yang lama, setelah itu baru Download dan Install lagi aplikasi Blackberry App World dari http://www.blackberry.com/appworld jangan lupa untuk melakukan reboot atau mencabut baterai selama beberapa saat dan kemudian memasangnya kembali. Jangan lupa juga lakukan send ulang Service Book atau HRT. Jika ternyata masalahnya tetap ada yakni kita tetap tidak bisa membuka App World di Blackberry, solusi terakhir adalah dengan cara Wipe Handheld Blackberry.
 
Masalah ke tiga setelah update app world susah log in, 
- Klik app world ada home screen
- Pada saat loading klik option
- klik Legal sampai muncul perjanjian kebijakan blacberry di web browser
- Klik back dari web browser

Selamat Mencoba !!!! Regards Budi Sujoko

Jumat, 12 Agustus 2011

Amalan Amalan di Bulan Suci Ramadhan

Ramadhan
Segala puji bagi Allah I yang menjadikan bulan Ramadhan lebih baik
dari pada bulan-bulan lainnya dengan menurunkan al-Qur`an dan
mewajibkan puasa bagi kaum muslimin sebagai salah satu pondasi Islam.
shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad r yang telah
menyampaikan kepada kita tentang ibadah-ibadah dibulan Ramadhan dan
memberikan contoh kepada kita bagaimana sebaiknya menghidupkan
bulan bulan yang penuh berkah ini.
Dari Abu Hurairah t, ia berkata, 'Rasulullah r memberi kabar
gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah I
mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga
dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat
dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang
tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa." HR.
Ahmad dan an-Nasa`i.
Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan
Ramadhan:
1. Puasa: Allah I memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan
sebagai salah satu rukun Islam.
Firman Allah I:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertaqwa. (QS. Al-Baqarah:183)
Rasulullah r bersabda:
"Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang
berhak disembah selain Allah I dan Muhammad r adalah rasul Allah I,
mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul
Haram." Muttafaqun 'alaih.
Puasa di bulan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu
apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya
mengharapkan pahala dari Allah I, sebagaimana Rasulullah r bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap
pahala dari Allah I, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu." Muttafaqun
'alaih.
2. Membaca al-Qur`an: Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi
setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah r
bersabda:
"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai
pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan
mengamalkannya). HR. Muslim.
Dan membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan,
karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Firman Allah I:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang
hak dan yang bathil). (QS: al-Baqarah:185)
Rasulullah r selalu memperbanyak membaca al-Qur`an di hari-hari
Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia
berkata:
"Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah r membaca al-Qur`an semuanya,
sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan
Ramadhan." HR. Ahmad.
Dalam hadits Ibnu Abbas t yang diriwayatkan al-Bukhari,
disebutkan bahwa Rasulullah r melakukan tadarus al-Qur`an bersama
Jibril u di setiap bulan Ramadhan.
3. Menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan shalat
Tarawih berjamaah: Shalat Tarawih disyari'atkan berdasarkan
hadits 'Aisyar radhiyallahu 'anha, ia berkata:"Sesungguhnya
Rasulullah r keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di
masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari,
orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi I mengerjakan
shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang
beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali
memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang
di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah r keluar dan
melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak
mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah r hanya
keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat
Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin,
kemudian membaca syahadat dan bersabda, 'Sesungguhnya
kedudukan kalian tidaklah samar bagiku, aku merasa khawatir
ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup
melaksanakannya." Rasulullah r wafat dan kondisinya tetap seperti
ini. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Setelah Rasulullah r wafat, syariat telah mantap, hilanglah segala
kekhawatiran. Disyari'atkan shalat Tarawih berjamaah tetap ada
karena telah hilang 'illat (sebabnya), kerena 'illat itu berputar
bersama ma'lul, ada dan tiadanya. Di samping itu, Khalifah Umar t
telah menghidupkan kembali syari'at shalat Tarawih secara
berjamaah dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah r
pada masa itu. Wallahu A'lam.
4. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar: lailatul qadar adalah
malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul
qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari
terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil,
yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29. Firman Allah I:
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS.al-Qadar :3)
Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah r bersabda:
"Dan barangsiapa yang beribadah pada malam 'Lailatul qadar' semata-mata
karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah I, niscaya diampuni
dosa-dosanya yang terdahulu." HR. al-Bukhari.
Menghidupkan Lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat
malam, membaca al-Qur`an, zikir, berdo'a, membaca shalawat. Aisyah
radhiyallahu 'anha pernah berkata, 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika
aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau
menjawab, 'Bacalah:
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni,
ampunilah aku."
5. I'tikaf di malam-malam Lailatul Qadar: I'tikaf dalam bahasa adalah
berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa
memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar'i, i'tikaf berarti berdiam
di masjid untuk beribadah kepada Allah I dengan cara tertentu
sebagaimana telah diatur oleh syari'at.
I'tikaf merupakan salah satu sunnah yang tidak pernah ditinggal
oleh Rasulullah r, seperti yang diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu
'anha:
"Sesungguhnya Nabi r selalu i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari
bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau
beri'tikaf sesudah beliau." Muttafaqun 'alaih.
6. Memperbanyak sedekah: Rasulullah r adalah orang yang paling
pemurah, dan beliau r lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal
ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas t, ia berkata:
"Rasulullah r adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih
pemurah lagi di bulan saat Jibril umenemui beliau, …HR. al-Bukhari.
7. Melaksanakan ibadah umrah: salah satu ibadah yang sangat
dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah
dan Rasulullah r menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan
melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:
"Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji."
Demikianlah beberapa ibadah penting yang sangat dianjurkan untuk
dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah r.
Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari
Allah I untuk mengamalkannya agar kita mendapatkan kebaikan dan
keberkahan bulan Ramadhan. Wallahu A'lam.

Kamis, 21 Juli 2011

Gadun High Quality

Gadun High Quality 
Satu hari seorang cewek Cantik Ketemu Cowok keren di Restaurant 

Cewek : Mas Kerja dmana?
Cowok : Saya Cuma usaha beberapa Hotel Bintang 4 dan bintang 5 di jakarta dan Bali.
Cewek : <Wooow...Konglomerat nih> Mas Tinggal Dmana?
Cowok : Pondok Imdah Bukit Golf
Cewek : ( Woooowww Keren) Pasti Gede ya Rumahnya?
Cowok : Ga Ahhhh cuma 3000 meteran.
Cewek : (Busyreeettttt) Pasti Mobilmya Buanyak ya?
Cowok : Dikit Cuma AUDI, BMW, PORSCHE, MERCEDES,ALPHARD, dan Lexus.
Cewek : (Ini Cowok Idaman ku bgtz) Mas punya istri?
Cowok : Belum hehhehehe,,,
Cewek : ( Enak jg kalo jd bininya) Mas merokok"
Cowok : Tidak
Cewek : (wuihhh Sehat) Mas suka minum ma dugem?
Cowok : Tidak Dong...
Cewek : (Cool Abis ) Mas Suka Judi?
Cowok : Tentu Tidak
Cewek : (hhmmm kalem bgt) Mas Sudah pernah naik Haji/
Cowok : Yah baru 3x haji6x umrohhh
Cewek : (SubhanaAlloh) Hobinya apa sih mas...
Cowok : NGIBUL........

Rabu, 06 Juli 2011

Mistery Adzan Kubur

Baru kali ini saya posting Mistery tapi ujung-ujungnya cekidot...
Di Sebuah desa ada Preman mati ketabrak Truk kelindes ban gara2 lari pada saat nyopet.
Disaat pemakaman berlangsung sampai selesai semua terasa wajar2 saja.
TAPI....
Keesokan harinya... tetangga deket pemakaman itu mendengar suara Adzan tiap subuh dan Maghrib dari kuburan Preman tersebut.
Akhirnya warga memutuskan untuk membongkar kuburan preman itu,  Ternyata suara Adzan itu bersumber dari HP flexi-hidayah penggali kubur yang tertinggal.

Rabu, 22 Juni 2011

BANCI INSYAF

Dee Vivita 

Henry : Makkkkk.... eike mau insaf
Budi   : Baguslahhh jadi laki lagi kan yg gagah

Henry  : BUKANNNNN... eike mau pake JILBAB

Selasa, 21 Juni 2011

Juru dakwah ga usah sokkkk cantikkk ya...

Ernie Irawaty Susanto
  • Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang sopir Metro Mini. “Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu.

    “Saya sopir Metro Mini, Pak.” Lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk sopir Metro tersebut dan peralatan yang... terbuat dari emas.

    Lalu datang seorang Ustad. “Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat kepada Ustad.

    “Saya juru dakwah Pak…” lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Ustad protes.

    “Pak kenapa kok saya yang juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang sopir Metro..?” Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak… Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur… sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat sopir Metro Mini mengemudi dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa sehingga orang2 Jadi ingat Sama Tuhannya….”